oleh

Cara Mengatasi Kecanduan Rokok

Merokok dapat menyebabkan banyak penyakit dan masalah serius, bahkan bisa membahayakan orang disekitarnya. Ada banyak cara untuk mulai berhenti merokok. Namun, yang perlu Anda tentukan pertama kali adalah bagaimana memulainya: apakah ingin langsung berhenti total atau sedikit-sedikit mengurangi rokok tapi pasti? Keduanya sama-sama baik dan efektif. Anda hanya tinggal mencari kira-kira mana yang paling memungkinkan untuk dilakukan. Berikut mimin rangkun cara mengatasi kecanduan merokok :

1. Buat Daftar Alasan Harus Berhenti Merokok

Alasan-alasan ini tentu berbeda pada setiap orangnya. Bisa karena kesehatan diri sendiri atau keluarga. Sesepele apa pun alasannya, tuliskan secara jelas agar terdokumentasikan dengan baik. Ketika semangat Anda mulai luntur dan godaan datang menyerang, buka kembali catatan Anda sebagai motivasi.

2. Rencanakan Kapan Akan Mulai Berhenti Merokok

Pilihlah tanggal yang tidak terlalu jauh dari niatan ini muncul agar Anda tidak tergoda untuk berubah pikiran. Kemudian, menurut American Cancer Society ada beberapa hal yang bisa dipersiapkan sebelumnya, yaitu:

  • Memberi tahu teman, keluarga, dan rekan kerja Anda mengenai kapan Anda akan berhenti merokok
  • Membuang semua sisa rokok yang Anda punya plus asbak yang ada di rumah
  • Menyaipakn pengganti rokok entah itu permen karet, lolipop, atau apa pun yang sekiranya bisa dijadikan alternatif

3. Antisipasi Waktu-waktu Rawan Merokok

Merokok lebih dari sekadar kecanduan fisik terhadap nikotin. Akan tetapi, kebiasaan ini juga termasuk kecanduan psikologis. Biasanya, beberapa faktor yang memicu “ngidam rokok”, yaitu: saat minum kopi, setelah makan, sedang berkendara, saat berada dalam tekanan, minum alkohol, saat berkumpul bersama teman-teman. Jangan memberikan diri Anda sekali kesempatan untuk merokok kembali jika tak ingin kebablasan. Kembalikan tekad kuat Anda dengan mengingat tujuan Anda berhenti merokok.

4. Menyibukkan Diri Dengan Berbagai Kegiatan

Dua minggu pertama sangat menentukan kesuksesan Anda saat berhenti merokok untuk ke depannya. Jika dalam dua minggu pertama Anda berhasil untuk tidak merokok, peluang berhasil ke depannya juga lebih tinggi. Anda bisa mengikuti berbagai kegiatan sosial, berolahraga di pusat kebugaran, bersepeda, atau berkumpul bersama teman. Apa pun kegiatannya, pastikan Anda menikmatinya sehingga keinginan untuk merokok perlahan bisa berkurang.

5. Hindari Berkumpul dengan Para Perokok

Tekad kuat seseorang untuk berhenti merokok terkadang bisa runtuh hanya karena berkumpul dengan teman yang merokok. Jika Anda sekiranya mudah tergoda, sebisa mungkin jangan dulu berkumpul dengan teman-teman Anda yang merokok. Kalau pun acaranya sangat penting, menjauhlah saat rekan-rekan Anda mulai merokok. Anda juga bisa menolak dengan halus saat ditawari rokok dan katakan padanya bahwa Anda sudah berhenti merokok.

6. Terapi Perilaku 

Terapi perilaku menjadi salah satu cara efektif yang kerap dianjurkan untuk berhenti merokok. Pasalnya merokok dan kecanduan nikotin sangat berhubungan dengan perilaku atau kebiasaan.

Terapi ini akan dilakukan oleh ahlinya untuk menemukan cara berhenti merokok yang paling tepat. Pertama-tama, Anda akan diajak menemukan pemicunya dan membuat serangkaian solusinya.

7. Terapi Pengganti Nikotin 

Nikotin merupakan zat di dalam rokok yang membuat seseorang merasa kecanduan. Terapi pengganti nikotin adalah cara untuk mengurangi kecanduan nikotin untuk para perokok berat. Cara ini mampu meningkatkan angka berhenti merokok sekitar 50 sampai 70 persen. Beberapa terapi pengganti nikotin diantaranya :

Patch nikotin, adalah jenis terapi yang menggunakan semacam plester untuk ditempel di area kulit tertentu. Patch ini membantu memasok nikotin yang akan diserap langsung oleh kulit.

Tablet hisap atau permen, nikotin dalam bentuk tablet hisap atau permen biasanya akan diserap oleh langsung oleh mulut agar efeknya bisa terasa. Sebelum dan saat mengonsumsi nikotin jenis ini, Anda tidak disarankan untuk makan atau minum selama kurang lebih 15 menit. Pasalnya, makanan dan minuman bisa memengaruhi penyerapan nikotin.

Inhaler dan semprotan hidung, merupakan metode terapi yang paling cepat memberikan efek. Namun, karena efeknya cenderung cepat, risiko untuk kecanduan pun cukup tinggi. Baik inhaler maupun semprotan hidung keduanya membutuhkan resep dokter agar aman digunakan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber : hallosehat dot com

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed