oleh

Frambusia

Frambusia adalah penyakit menular langsung antar manusia yang disebabkan oleh infeksi kronis bakteri treponema pertenue dan umumnya terlihat sebagai lesi pada kulit yang dapat menyebabkan cacat pada tulang. Transmisi utama bakteri ini adalah melalui kontak kulit langsung dengan penderita bersamaan dengan adanya luka. Penyakit ini biasanya menyerang pada populasi miskin, terpencil, sulit terjangkau, kepadatan penduduk yang tinggi, ketersediaan air yang kurang mencukupi, ketiadaan sanitasi dan perilaku hidup yang kurang bersih.

Gejala 

Saat 2-4 minggu setelah terinfeksi, akan muncuk kutil sebagai induk frambusia dimana bakteri masuk ke dalam kulit. Biasanya kuyil akan berwarna cokelat atau kemerahan seperti buah rasberry, tidak sakit namun menyebabkan gatal. Gejala umum yang biasa terjadi diantaranya :

  • pembengkakan kelenjar getah bening (kelenjar bengkak)
  • ruam yang membentuk kerak cokelat
  • nyeri tulang dan sendi
  • benjolan dan kutil yang menyakitkan pada telapak kaki
  • pembengkakan dan kerusakan wajah (pada frambusia stadium akhir)
  • tumbuh kutik seperti rasberry yang gatal pada kulit, biasanya di kaki atau bokong yang akhirnya akan menimbulkan kerak kuning tipis

Penyebab 

Frambusia disebabkan oleh bakteri treponema pallidum, bakteri yang juga menyebabkan sifilis, penyakit menular seksual. Namun, frambusia tidak ditularkan secara seksual, penyakit ini tidak berpotensi menyebabkan kerusakan jangka panjang pada jantung dan sistem kardiovaskular seperi sifilis. Frambusia paling banyak menyerang anak-anak usia 2-5 tahun di daerah pedesaan tropis, terutama mereka yang sering mengenakan pakaian terbuka, sering mengalami cedera kulit, dan tinggal di daerah kumuh.

Pengobatan

Frambusia dapat diobati dengan satu suntikan penisilin dengan dosis yang menyesuaikan usia penderita atau dengan antibiotik lain untuk mencegah infeksi. Jika penderita terdapat alergi terhadap penisilin dokter akan memberikan rekomendasi obat lain seperi azithromycin, tetracycline atau doxycycline. Penyakit ini juga biasanya dapat sembuh setelah 6 bulan tanpa pengobatan. Pada stadium kedua dan ketiga, ruam dan lesi akan lebih parag dan bertahan lebih lama, maka harus menunggu bertahun-tahun pulih tanpa pengobatan.

Pencegahan 

Pencegahan gejala frambusia dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan tempat anda tinggal, hindari kontak dengan orang yang memperlihatkan gejala frambusia dan gunakan obat dokter sesuai dengan resep.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber :

hallosehat dot com

Yuli Arisanti dkk, Gambaran Umum Kasus Frambusia Setelah Pengobatan Massal dengan Azitromisin di Kota Jayapura, Bulletin Penelitian Kesehatan, Vol. 47 No. 2, Juni 2019 : halaman 77-82

gambar diambil dari akurat dot co dot id 

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed