oleh

Skleroderma

Skleroderma merupakan gangguan autoimun yang menyerang jaringan ikat yang mengakibatkan jaringan menebal dan mengeras. Kondisi ini dapat menyerang kulit, pembuluh darah, dan organ seperti paru-paru, ginjal dan jantung. Skleroderma ditandai dengan kulit menjadi tebal, keras, berwarna putih dan licin seperti lilin.

Penyebab 

Skleroderma disebabkan oleh sistem imun yang menyerang jaringan ikat, sehingga menyebabkan sel-sel dalam jaringan ikat membentuk kolagen dalam jumlah besar. Saat kolagen meningkat maka akan menumpuk dalam kulit dan organ tubh sehingga mengakibatkan pengerasan dan penebalan pada kulit dan organ. Berikut beberapa faktor risiko seseorang terkena gangguan ini :

  1. Jenis kelamin perempuan
  2. Usia 35-55 tahun
  3. Memiliki keluarga dengan riwayat skleroderma atau autoimun
  4. menderita penyakit autoimun lain
  5. menggunakan obat kemoterapi
  6. terpapar bahan kimia terus menerus

Gejala 

  1. Localised scleroderma, terjadi pada kulit dan sering dialami anak-anak. Skleroderma jenis ini gejala umumnya muncul satu atau lebih bercak kulit yang menebal dan mengeras.
  2. Systemic sclerosis merupakan jenis yang tidak hanya muncul di kulit tapi juga pada sebagian organ dalam seperti jantung, paru-paru, ginjal dan saluran pernapasan. Kondisi ini biasanya dialami oleh perempuan usia 30-50 tahun.

Cara Mengatasi 

  1. Obat-obatan, beberapa obat yang akan diberikan diantaranya obat antiinflamasi nonsteroid, kortikosteroid, vasodilator, antibiotik dan antasida.
  2. Terapi seperti fisioterapi dan terapi okupasi dilakukan untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas tubuh serta melatih penderita beradaptasi dengan geraknya yang terbatas.
  3. Operasi akan dilakukan pada skleroderma berat yang menimbulkan komplikasi. Jenis operasi yang bisa dilakukan seperti pengangkatan benjolan yang mengeras dibawah kulit, transplantasi paru-paru atau pemotongan jari pada penderita fenomena Raynaud yang sudah mengalami gangrene pada jarinya.

Pencegahan 

Saat ini belum ada upaya khusus pencegahan skleroderma, tapi anda dapat mengurangi risikonya seperti dengan melakukan :

  1. rutin periksa ke dokter jika anda memiliki salah satu faktor risiko diatas, terutama seseorang yang menderita autoimun dan memiliki keluarga dengan riwayat skleroderma.
  2. lakukan medical cek up secara berkala jika anda sering terpapar bahan kimia, seperti debu silika.

Jika anda menderita skleroderma lakukan apa yang menjadi anjuran dan pengobatan dokter, biasakan gaya hidup sehat dan hindari hal-hal yang dapat memperparah gejal.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber : alodokter dot com

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed