oleh

Cara Mengatasi Bisul

Bisul adalah benjolan merah pada kulit yang berisi nanah dan terasa nyeri. Bagian tubuh yang paling sering terkena bisul adalah wajah, leher. ketiak, bahu, bokong, paha dan sekitar kemaluan.

Penyebab 

Penyebab utama bisul adalah infeksi bakteri staphylococcus aureus pada folikel rambut. Bisul bisa terjadi pada semua golongan usia dan lebih sering terjadi pada remaja dan orang dewasa. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko penyakit ini diantaranya :

  • melakukan kontak langsung dengan penderita.
  • tidak menjaga kebersihan, baik pribadi maupun lingkungan.
  • sistem kekebalan tubuh lemah.
  • tidak memenuhi kebutuhan nutri tubuh.
  • terpapar senyawa kimia berbahaya yang menyebabkan iritasi pada kulit.
  • mengalami masalah kulit.

Gejala 

Bisul dapat timbul di bagian tubuh mana saja yang ditumbuhi rambut atau bulu, termasuk di dalam telinga. Bisul juga terkadang bisa muncul pada payudara. Saat mengalami bisul, akan muncul benjolan berisi nanah pada kulit dan gejala sebagai berikut :

  • muncul benjolan merah berisi nanah yang berukuran kecil dan bisa membesar.
  • kulit disekitar benjolan akan tampak memerah, bengkak, dan hangat jika disentuh.
  • benjolan terasa sakit saat tersentuh.
  • benjolan memiliki titik putih di puncaknya dan kemudian akan pecah dan mengeluarkan nanah.

jika masih berukuran kecil dan sistem imun baik, umumnya bisul bisa sembuh dengan sendirinya. Segera periksakan ke dokter jika bisul yang muncul diserta keluhan seperti, demam, tidak enak badan, meriang, pusing, disertai nyeri yang parah., tumbuh lebih dari satu buah, tidak sembuh dalam 14 hari. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengobati bisul :

  • mengompres dengan air hangat 3 kali sehari.
  • membersihkan bisul yang pecah dengan kain kassa steril dan sabun anti bakteri.
  • mengganti perban sesering mungkin.
  • mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum dan sesudah mengobati bisul.

Jangan memecah bisul secara sengaja karena dapat memperparah infeksi dan menyebarkan bakteri.

Pencegahan 

  • Tidak berbagi penggunaan barang pribadi dengan orang lain, misalnya handuk, alat cukur, atau pakaian
  • Membiasakan untuk mencuci tangan secara teratur dengan sabun
  • Bila terdapat luka, baik goresan, luka robek, ataupun luka potong, segera bersihkan dan rawat luka dengan benar.
  • Olahraga teratur dan makan makanan yang sehat untuk meningkatkan daya tahan tubuh
  • Menghindari kontak langsung dengan penderita infeksi kulit
Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed