oleh

Cara Mengatasi Penyakit Kuning pada Bayi

Penyakit kuning adalah kondisi menguningnya kulit dan bagian putih mata (sklera). Penyakit kuning sebenarnya bukanlah suatu penyakit, melainkan tanda dari suatu penyakit.

Pada bayi yang baru lahir, penyakit kuning normal terjadi dan bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan. Kondisi ini terjadi pada saat bayi berusia 2-4 hari, dan akan menghilang dalam 1-2 minggu. Namun bila penyakit kuning terjadi pada 24 jam pertama setelah bayi lahir, atau tidak menghilang setelah bayi berusia lebih dari 14 hari, konsultasikanlah dengan dokter.

Penyebab Penyakit Kuning 

Penyakit kuning disebabkan oleh penumpukan zat bernama bilirubin di dalam aliran darah. Selain itu, pada kasus tertentu, penyakit kuning juga bisa disebabkan oleh kelainan pada empedu atau hati, misalnya abses hepar dan infeksi atau radang kantong empedu. Bayi dengan kadar bilirubin di atas normal harus segera ditangani. Bayi kuning dapat berisiko mengalami kerusakan otak, kehilangan pendengaran, serta terserang penyakit cerebral palsy.

Gejala Penyakit Kuning

Gejalanya  kulit, mata, dan lapisan dalam mulut atau hidungnya akan kelihatan kekuningan. Selain itu penderita penyakit kuning biasanya akan mengeluarkan feses berwarna seperti dempul dan urine yang berwarna seperti teh. Ada juga berbagai gejala lain seperti demam dan nyeri otot.

Pengobatan Penyakit Kuning pada Bayi Baru Lahir 

  • Fototerapi. Dalam prosedur fototerapi, bayi akan disinari dengan cahaya biru (blue light therapy). Sinar biru ini akan membantu pembuangan bilirubin dari tubuh bayi.
  • Suntik imunoglobulin. Suntik imunoglobulin bertujuan untuk menurunkan kadar antibodi (dan menyebabkan penghancuran sel darah merah) yang meningkat akibat perbedaan golongan darah antara bayi dan ibunya.
  • Transfusi tukar. Transfusi tukar dilakukan jika bayi tidak membaik dengan terapi lainnya. Dalam prosedur ini, darah bayi akan diganti dengan darah dari pendonor.

Pencegahan Penyakit Kuning

  • Melakukan vaksinasi hepatitis A dan B.
  • Minum obat pencegahan penyakit malaria sebelum melakukan perjalanan ke daerah yang rawan penyakit
  • Batasi konsumsi minuman beralkohol, untuk mencegah kerusakan organ hati.
  • Hentikan kebiasaan merokok, untuk mencegah penyakit kanker.
  • Jangan menyalahgunakan NAPZA (terutama berbagi jarum suntik), serta hindari berhubungan seksual tanpa pengaman dan berganti pasangan, agar tidak tertular hepatitis B dan hepatitis C.
  • Mengonsumsi makanan dan minuman yang bersih, agar terhindar dari hepatitis A.
  • Gunakan alat pelindung diri di lingkungan kerja agar tidak terpapar dengan zat kimia yang dapat memicu kerusakan organ hati.
  • Konsultasikan dengan dokter mengenai risiko dan manfaat dari obat-obatan yang digunakan, karena beberapa obat, seperti paracetamol, dapat mengakibatkan gangguan fungsi hati atau memicu timbulnya gejala penyakit defisiensi G6PD

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber : alodokter dot com

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed