oleh

Cerebral Palsy pada Anak

Lumpuh otak atau cerebral palsy merupakan penyakit yang menyebabkan gangguan pada gerakan dan koordinasi tubuh. Penyakit ini disebabkan gangguan perkembangan otak yang terjadi saat anak masih dalam kandungan. Tapi gangguan ini juga bisa terjadi ketika proses persalinan atau dua tahun pertama setelah kelahiran.

Gejala Cerebral Palsy

  1. Kecenderungan menggunakan salah satu sisi tubuh. Misalnya, menyeret salah satu tungkai saat merangkak atau menggapai sesuatu hanya dengan satu tangan.
  2. Terlambatnya kemampuan gerak atau motorik seperti merangkat atau duduk.
  3. Gaya berjalan yang tidak normal, seperti jinjit, menyilang atau tungkai terbuka lebar.
  4. Otot kaku atau malah lunglai.
  5. Tremor
  6. Gerakan menggeliat yang tidak terkontrol (athetosis)
  7. Gangguan penglihatan, pendengaran dan berbicara
  8. Gangguan kecerdasan
  9. Kesulitan dalam menelan
  10. Terus menerus mengeluarkan air liur dan kejang

Penyebab Cerebral Palsy

  1. Infeksi saat hamil yang menular pada janin
  2. Terganggunya suplai darah ke otak janin
  3. Perbedaan golongan darah rhesus antara ibu dan bayi
  4. Berat bayi rendah saat lahir, kurang dari 2,5 kg
  5. Kelahiran prematur dan sungsang
  6. Radang pada otak atau selaput otak bayi.

Pengobatan Cerebral Palsy 

Obat-obatan

Obat-obatan biasanya digunakan untuk meredakan nyeri dan melemaskan otot yang kaku. Pada kaku otot dokter akan memberikan suntik botox setiap 3 bulan. Botox juga dapat digunakan untuk mengatasi ngiler. Sedangkan kaku otot yang terjadi di seluruh tubuh dokter akan meresepkan obat diazepam dan baclofen.

Terapi

Fisioterapi, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan gerak, kekuatan otot, dan mencegah kontraktur (pemendekan otot)

Terapi Okupasi, bertujuan membantu pasien menangani kesulitan dalam beraktivitas misalnya mandi atau berpakaian. Terapi ini membantu meningkatkan kepercayaan diri dan kemandirian pasien.

Terapi bicara, diperuntukan pasien cerebral palsy yang mengalami gangguan bicara.

Operasi

Bedah orthopedi, untuk mengembalikan tulang dan sendi ke posisi yang benar. Bedah ini dapat memanjangkan otot dan tendon yang terlalu pendek agar kemampuan gerak pasien meningkat.

Selective dorsal rhizotomy (SDR), prosedur ini dilakukan dengan memotong salah satu saraf tulang belakang.

Pada pasien gejala sulit menelan dokter akan menyarankan pemberian makanan yang lembut, sambil melatih otot-otot menelannya dengan fisioterapi. Sedangkan untuk kesulitan menelan yang parah dokter akan memasangkan selang makan, baik melalui hidung atau langsung dari kulit perut ke lambung melalui operasi.

Pada pasien yang ngiler akan dilakukan operasi untuk mengarahkan air liur ke belakang mulut agar tidak menetes keluar terus.

 

 

 

 

 

 

 

sumber: alodokter dot com

 

 

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed