oleh

Kanker Serviks

Kanker serviks adalah penyakit kanker perempuan yang menimbulkan kematian terbanyak. Kanker serviks terjadi pada serviks uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk rahim yang terletak antara rahin (uterus) dengan liang senggama (vagina). Kanker serviks disebut juga kanker leher rahim merupakan penyakit yang disebabkan oleh HPV atau Human Papiloma Virus onkogenik.

Gejala 

Kanker serviks biasanya tidak muncul gejala pada stadium awal. Gejala akan muncul setelah kanker masuk ke stadium lanjut, gejala tersebut diantaranya :

  1. pendarahan melalui vagina diluar masa menstruasi, setelah berhubungan intim, atau menopause.
  2. keluar cairan berbau tidak sedap dari vagina yang kadang bercampur darah.
  3. timbul rasa sakit setiap berhubungan seksual
  4. nyeri panggul
  5. diare, mual, muntah dan kejang
  6. kehilangan selera makan dan penurunan berat badan
  7. perut membengkak
  8. nyeri saat buang air kecil dan terdapat darah dalam urine
  9. pendarahan pada dubur saat buang air besar
  10. pembengkakan pada kaki dan tubuh mudah lelah.

Faktor Risiko 

Penelitian menunjukkan, lebih dari 99% kasus kanker serviks disebakan oleh HPV. Tapi tidak semua HPV menyebabkan kanker serviks. Berikut beberapa faktor risiko terkena kanker serviks :

  1. merokok, wanita perokok dua kali lebih berisisko terkena kanker serviks.
  2. berat badan berlebihan atau obesitas.
  3. kurang konsumsi buah dan sayuran.
  4. mengonsumsi obat pencegah keguguran dalam masa kehamilan.
  5. mengonsusi pil KB selama 5 tahun atau lebih.
  6. melahirkan lebih dari 5 anak, atau melahirkan dibawah usia 17 tahun.
  7. riwayat kanker serviks dalam keluarga.

Cara Mengatasi

Cara mengatasi kanker serviks diantaranya melalui pembedahan, kemoterapi, radioterapi atau kombinasi ketiganya.

  1. Pembedahan, diantaranya bedah laser, cryosurgery, konisasi atau biopsi kerucut, histerektomi, trakelektomi radikal, bilateral salpingo oophorectomy, dan pelvic exenteration.
  2. Kemoterapi, adalah metode pengobatan dengan memberikan pasien obat antikanker. Umumnya kemoterapi dikombinasikan dengan radioterapi untuk meningkatkan efektivitas atau disebut juga dengan kemoradiasi. Namun metode ini memiliki efek samping seperti rambut rontok, kerusakan sel penghasil darah di tulang sumsum, rentan infeksi, memar dan pendarahan serta sesak nafas.
  3. Radioterapi, adalah metode pengobatan yang menggunakan sinar radiasi tinggi untuk membunuh sel kanker. Radioterapi dapat diberikan dengan dua cara yaitu radioterapi eksternal dan internal. Metode ini juga memiliki efeksamping seperti diare, mual, muntah, kram perut, tubuh lemas, iritasi kulit, pendarahan pada vagina, dan inkontinensia urine.

Pencegahan

  1. Berhubungan seks secara aman, gunakan kondom dan hindari berhubungan seksual dengan berganti pasangan.
  2. menerima vaksin HPV, vaksin ini akan efektif apabila diberikan belum aktif secara seksual.
  3. rutin menjalani pap smear, akan membantu kondisi serviks selalu terpantu sehingga apabila terdapat kanker akan lebih mudah ditangani sebelum berkembang lebih lanjut.
  4. tidak merokok.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber :

alodokter dot com

Purwoastuti dan Walyani, 2015, Ilmu Obstetri dan Ginekologi Sosial untuk Kebidanan, Yogyakarta : Pustaka Baru Press.

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed