oleh

Mati Otak – Fungsi Otak Terhenti Secara Total

Mati otak merupakan suatu kondisi dimana seluruh aktivitas otak terhrnti secara permanen. Seseorang yang mengalami kondisi ini biasanya berada dalam kondisi koma atau tidak akan sadar kembali. Penderita membutuhkan obat-obatan dan alat bantu agar tetap bisa bernapas dan jantungnya tetap berdetak. Orang tersebut tidak akan bisa kembali sadar atau bernapas sendiri, karena otaknya sudah tidak berfungsi. Otak yang telah mati juga tidak bisa lagi mengatur fungsi berbagai sistem organ tubuh. Dengan kata lain, orang yang mengalami mati otak bisa dinyatakan sudah meninggal.

Penyebab 

Mati otak bisa terjadi ketika suplai darah atau oksigen ke otak terhenti, sehingga jaringan otak pun mati dan tidak bisa berfungsi. Hal ini disebabkan oleh beberapa kondisi seperti :

  1. gangguan fungsi jantung
  2. stroke
  3. cedera kepala yang parah
  4. pendarahan otak
  5. infeksi pada otak
  6. tumor otak
  7. herniasi otak

Diagnosa 

Untuk mendiagnosis dan memastikan kondisi mati otak pada pasien, dokter dapat melakukan beberapa tes penunjang, seperti Elektroensefalografi (EEG), Pemeriksaan listrik jantung (EKG), dan Tes pencitraan.

Ada beberapa kriteria seseorang dinyatakan sudah mengalami mati otak, yaitu:

1. Berada dalam kondisi koma yang tidak bisa disadarkan kembali

Berada dalam kondisi koma bukan berarti mati otak. Apabila ada kemungkinan untuk sadar dari kondisi koma, seseorang tidak bisa dinyatakan mati otak. Meski jarang terjadi, ada beberapa kondisi yang membuat seseorang seolah-olah mati otak, padahal tidak seperi hipotermia, gangguan metabolik, keracunan atau overdosis obat-obatan, kondisi vegetatif.

2. Tidak ada refleks

  • Mata tidak terpaku pada wajah pemeriksa ketika kepala digerakkan ke kiri dan ke kanan
  • Pupil mata tidak mengecil ketika mata disinari cahaya
  • Tidak berkedip ketika dokter meneteskan air ke bola mata atau menyentuh bola mata dengan suatu benda, misalnya cotton bud
  • Mata tidak bergerak ketika air es disemprotkan ke dalam telinga
  • Tidak ada refleks batuk atau muntah

3. Tidak ada napas

Seseorang disebut sudah mati otak atau meninggal jika ia tidak lagi bisa bernapas sendiri, serta jantungnya tidak berdetak atau tidak ada denyut nadi. Orang yang henti jantung juga bisa mengalami kondisi tersebut, tetapi biasanya masih dapat tertolong apabila segera diberikan bantuan berupa resusitasi jantung paru (RJP). Penderita henti jantung yang tertolong setelah mendapatkan RJP bisa kembali sadar, bernapas sendiri, dan jantungnya berdetak kembali.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber : alodokter dot com

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed