oleh

Polio

Polio atau poliomyelitis merupakan penyakit saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen dan gangguan pernapasan. Polio disebabkan oleh infeksi virus yang menular. Penderita sebagian besar adalah balita, terutama yang belum mendapatkan imunisasi polio.

Penyebab

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus polio yang masuk melalui rongga mulut atau hidung, kemudian menyebar melalui aliran darah dalam tubuh. Penyakit ini menular melalui kontak langsung dengan tinja penderita atau mengonsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi. Polio juga menular melalui percikan air liur yang keluar saat batuk atau bersin. Faktor risiko seseorang terkena polio antara lain :

  1. tinggal di daerah dengan sanitasi yang buruk atau akses air bersih terbatas
  2. sedang hamil
  3. memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah
  4. merawat anggota keluarga yang terinfeksi
  5. pernah menjalani pengangkatan amandel
  6. menjalani aktivitas berat atau mengalami stres setelah terpapar virus
  7. petugas media yang menangani pasien polio
  8. melakukan perjalanan di daerah yang sedang mengalami wabah

Gejala 

Penyakit polio pada awalnya tidak menimbulkan gejala atau hanya menimbulkan sedikit gejala, sehingga penderita tidak menyadari jika ia sedang terinfeksi oleh virus polio. Penyakit ini dapat menimbulkan gejala berdasarkan jenisnya yaitu sebagai berikut :

  1. Polio nonparalis merupakan polio yang tidak menyebabkan kelumpuhan. Gejalanya seperti demam, sakit kepala, radang tenggorokan, muntah, otot terasa lemah, kaku di bagian leher dan punggung, serta nyeri atau mati rasa di bagian lengan atau tungkai.
  2. Polio paralisis merupakan polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan saraf tulang belakang dan otak secara permanen. Gejalanya adalah hilangnya refleks tubuh, otot tegang dan terasa nyeri, serta tungkai atau lengan terasa lemah.

Pengobatan

Pengobatan polio bertujuan untuk meredakan gejala, mempercepat penyembuhan dan mencegah komplikasi. Dokter akan menyarankan penderita untuk memperbanyak istirahat dan banyak mengonsumsi cairan. Beberapa pengobatan yang umum diberikan diantaranya :

  1. Obat pereda nyeri, untuk meredakan nyeri, sakit kepala, dan demam seperti paracetamol atau ibuprofen.
  2. Obat antibiotik, untuk mengobati infeksi bakteri seperti infeksi saluran kemih.
  3. Obat pelemas otot, digunakan untuk meredakan ketegangan otot seperti tolterodine dan scopolamine. Memberikan kompres hangat juga dapat dilakukan untuk mengurangi ketegangan otot.

Pencegahan 

Pencegahan dapat dilakukan melalui imunisasi polio yang dapat memberikan kekebalan terhadap penyakit dan aman untuk orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah. Vaksin polio diberikan dalam 4 dosis yaitu :

  1. Dosis pertama (polio-1) diberikan saat usia 2 bulan.
  2. Dosis kedua (polio-2) diberikan saat usia 3 bulan.
  3. Dosis ketiga (polio-3) diberikan saat usia 4 bulan.
  4. Dosis terakhir diberikan saat usia 18 bulan, sebagai dosis penguat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber : alodokter dot com

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed